Monday, March 12, 2012

MAWAR TAMAN ANGLIA (Surat Dari Awan 24)

Mawar Taman Anglia


Kau tetap setia
biar beralih musim
akar renikmu jauh ke bumi
deru angin bergelombang
ada tangan yang membelai
membuang sisa telur serangga
mencantas ranting kering.

Kau muncul lagi
di musim yang dijanji
gerimis musim semi
aku datang
memberi ciuman
dari hati bak sunti setia
menyusunmu di meja hias
kelopak yang gembira
makin semarak wangi
dalam cahaya purnama

Dialah  yang memberi nyawa
hidup di musim berbeza
cinta setia
pasang kekasih purba!

Megingatimu Anglia
13 Mac 2012

Di Tepian Thames Musim Semi

Di Tepian Thames Musim Semi


1.

Kau tiba di musim semi
deraian gerimis dan angin menumbuh
pucuk maple dan lime muda
kau tidak melihat bayangku melintas
di seberang Thames sana .

11.
Masa lalu menghimpun doa kembara
kala aku berlari dalam deraian gerimis
rambut  berlindung di bawah topi
kenapa kudengar

seperti tidak terlepaskan
angin hati meronta
tapi jangkar sudah diangkat 
dan kapal bergerak
kita semakin jauh
hanya taufan  menyimpan keluh
mengikat genggaman akhir
sekian batas waktu
belayarlah helangku! 

1V.
Tiba juga kabarmu
sudah di situ
tempat aku duduk di bangku
aku tahu
surat  itu tiba
walau terlambat
meratah usia
cinta tetap
meratib doa!

13 Mac 2012


Wednesday, February 8, 2012

MEMBACA GERAH SENJA (Surat Dari Awan 22)

Membaca Gerah Senja - 22

BIAR
Aku membaca
surat senja ini, Nikha
jangan ketawakan angin  menyusun huruf
lirih ketawamu 
terlalu senja kala lili kembali wangi
gelepar ketilang  tersiat sayap luka.


Kita pembaca sobek surat awan
melantun libasan  renyai
menikam kaca jendela
terus kubaca
larik garis canda bibir
rambut celahan putihmu
bergelombang
ditiupi angin senja
lupakanlah!


Aku akan masuk ke pintu awan
menelan kilau emas matahari
langit merangkulku
hanya bayangan
dalam dakapanmu!

Cukuplah
kita tetap bersama
membaca khazanah huruf
menyatakan
' kata-kata ini bukan dusta!'
sudah tercatat lama
AllahuAkbar.


Senja di Rimba Nilam
8 Feb 2012



@SZI , Lidah Awan, Benang Bulu 2009

Wednesday, December 21, 2011

Dinihari Tiba - Surat dari Awan 21

Dinihari Tiba
(NizM)

Kudengar kesuburan air
menitis di kelopak dinihari
jendela angin terkuak
doamu ku tahu tiba mendadak.
Apakah makna hari
dengan bilangan angka
akulah  daun semakin luruh
ranting rapuh
tetap saja akar melingkar kukuh.

Kau kirim surat angin
pertama mengetuk langsir
tembus bersama zikir takdir
Kau tiupi roh itu
kamipun bangkit
kutahu akan tiba detik
mata dan bibir terkatup-kelu
kecuali Setelah Kau tebar keArifan
SyahadahMu ! Allahuakbar


Bangi-Gombak
17-21 Diseber 2011

Pago-pago

Sejak Kau kabar deru angin jauh
lelaki muda bermukim di bumi salju
apakah yang di bawa datang
detik pulang, siapkah si bujang!

Inilah angin badai Tenggara
libas tengkujuh  bulan rusuh
berlaga mentari tidak jenuh bersalam
dia membenam  rindu dendam.

Kusam langit
tetap perabung berkait
lentuk unggas melingkar
denyutan kasih  tumbuh
di mata bangau mematah lidah angin
bujang bertualang pulang
asap dupa dan perabung ibunda
menyambut kau tiba.

Siti Zainon Ismail
Disember 2011

skesta A.Latif Mohidi, Dewan Sastera, 1970an 

Wednesday, October 26, 2011

LAZUARDI - BERI AKU LIMA DETIK

Nota  buat Nikha

1,
Langit biru mendekap sayap laut
Lazuardi berjanji
Lihatlah langit itu
Dia Ada
menggemggam bunga karang cinta.

2.
Entah gelora badai apa
Lazuardi hilang kemudi
Allahuakbar. UjianMu juga
Doa langit
kembalilah Bahtera belayar tenang

3.
Tangis Langit biru
mendakap sayang camar mimpi
menemani dia pergi
syukurlah kalau kembali


26 Oktober menjelang Maghrib Akhir Gombak
18.58

Tuesday, October 25, 2011

BISIKAN ZAITUN - Surat Dari Awan 18

1.
DARI jutaan pilihan
kau adalah butiran  zaitun di musim  panen
ketika camar laut tiba di pantai
terbang landai ke perbukitan
meriahnya kehidupan
berzikir pelangi selepas hujan
katakan padaku, wahai Perwira  Arif  
siapakah yang menyeru
melambai bersama Azan
setelah bahteramu merapat
dan jangkar dilabuhkan
kau terpanah
oleh  kilaun zaitun
ungu kehitaman
berminyak manis hidangan
siapa menunggu
 dengan  gelas kosong
yang harus kau isi.

ii

Itulah Bisikan Kasih
menuju ke Lorong  Abadi
percayalah
dikau si mata Zaitun
basah wajahmu
dalam lumuran hujan zamzam
Serulah
Dia menyambut
tanpa ragu 
dekapan bunga hati 
di pangkuan Sejadah
sejak dinihari ke senja  
menyambut deruan syahadah
jangan lalaikan manisku
dengan rusuh uji
berangkatlah
dengan Senyuman
Bisikan Abadi
Tetap Menanti


 Melati Gombak
24-25 Okt 2011